Selasa, 05 Juli 2011

it's mine!!!

Hari ini H-22 wisuda. Satu momen paling berarti bagi saya, seorang anak yang sedang berusaha untuk dapat hidup mandiri dari orang tua. Saya senang, saya bersyukur, saya bangga, tapi jujur saya sedih. Wisuda bagi saya bukan hanya titik akhir untuk bergantung pada orang tua, tapi juga titik akhir kebersamaan saya dengan teman-teman dan sahabat saya selama menuntut ilmu di universitas.
Sering saya menyampaikan ke teman-teman terdekat saya bahwa sedih, saya takut dan saya tidak siap untuk berpisah dengan mereka, tapi apa jawaban yang saya dapat? Lebih kurang seperti ini, "Udah Rie, gak apa-apa kok. Kita pisah bukan berarti gak bisa ketemu lagi, kita pisah bukan berarti kita gak temenan lagi. Kita masih tetap temenan biarpun jarak jauh. Lagipula tidak mungkin selamanya bareng, suatu hari pasti pisah." Iya sih, memang benar apa yang dikatakan teman saya. Tapi tolong diingat bahwa praktik tidak semudah teori yang ada!!! Jawaban teman saya itu memang bisa menenangkan saya, tapi hanya ketenangan sesaat, setelah itu semua kembali menjadi sedih, takut dan tidak siap untuk berpisah.
Bagi saya kebersamaan dengan teman-teman sangatlah berarti. Teman dapat membuat saya merasakan tenang, senang dan damai di tengah masalah yang harus saya hadapi. Bersama teman membuat saya merasa tidak sendiri!
Saya bukan tipe orang yang dapat dengan mudah mengatakan apa yang saya rasa, sekalipun ke orang-orang terdekat saya. Saya hanya berani dan lancar mengatakan apa yang saya rasa lewat tulisan.
Teman, apa kalian sadar kalau sebentar lagi kita harus pisah dan nantinya sulit buat kita untuk bisa bertemu dan bercanda seperti sekarang? Apa kalian sedih begitu menyadarinya? Kalau kalian tanya ke aku, maka keduanya akan aku jawab YA!
Terlalu sebentar waktu yang aku punya untuk kenal kalian dengan baik, terlalu sedikit waktu yang aku punya untuk bisa bersenang-senang dengan kalian, terlalu sedikit waktu yang aku punya untuk menciptakan momen bersama kalian. Aku nyesel baru bisa kenal dan dekat dengan kalian di akhir waktu kuliah. Aku berharap waktu berputar jauuuuuuhhhhhhh lebih lambat, agar waktu yang aku punya sama kalian jadi lebih banyak. Sebenarnya aku malu bilang ini langsung ke kalian, aku takut nangis di depan kalian. Aku sedih harus pisah sama kalian, sedih gak bisa lihat ekspresi muka kalian satu per satu, sedih karena gak bisa lihat tingkah konyol kalian lagi kalau lagi bercanda. Aku pengen kita bisa terus sama-sama sampai tua, tetanggaan deh kalau perlu. Tapi apa boleh buat, aku cuma manusia biasa, gak bisa memaksakan kehendak aku ke Tuhan. Aku cuma bisa minta ke Tuhan supaya nanti aku gak terlalu sedih, supaya kita bisa ketemu lagi suatu hari nanti, supaya kita bisa tetap kontak sampai tua nanti. Aamiin..