Jumat, 24 Desember 2010

It Isn't The End of Our Friendship

Akhirnya hari ini datang juga...

Kamis, 23 Desember 2010, resmi menjadi akhir dari kuliah formal selama 2,5 tahun bersama IE 44. Banyak hal yang telah kita lalui bersama, dan sekarang semua berakhir. Memang masih akan ada kuliah pengganti, ujian akhir semester dan perpisahan kelas, tapi tetap saja itu tidak dapat mengurangi rasa kehilangan saya akan IE 44. Seperti puzzle yang setiap bagiannya saling melengkapi dan tak tergantikan, begitulah hati saya. Setiap kenangan kehidupan tersusun rapi di dalamnya, termasuk kenangan bersama IE 44 yang tak akan tergantikan oleh apapun.

Kalau diingat-ingat, saya seorang diri dari B14 yang berada di IE 44. Dari seorang diri, kemudian tidak lagi. Satu per satu nama mulai saya tau, satu per satu rupa mulai saya hapal, dan satu per satu watak mulai saya kenal. Kita sama seperti manusia lainnya, berbeda satu sama lain, tak ada yang serupa, kalaupun ada yang sama mungkin hanya pakaian yang kita kenakan. Tapi sekarang saya tidak sendiri lagi , saya punya kalian, mahasiswa dan mahasiswi Departemen Ilmu Ekonomi IPB angkatan 44.

Mata kuliah terakhir kita semester ini (di luar elektif) adalah ekonomi politik yang selesai sekitar jam 8.30. Setelah kuliah ada pengisian kuesioner untuk award yang dibacakan saat perpisahan nanti. Kategorinya aneh-aneh dan jawabannya pun sama anehnya, hehehe. Tapi gak apa-apa, yang penting jujur dari dalam hati karena award itu bentuk apresiasi terhadap sesama. Waktu masih di kelas ini ada ucapan terakhir dari Solihin yang menjabat sebagai Komti IE 44 sejak semester 3 sampai semester 7.

Our Komti - Solihin

*ceritanya dipercepat*

Beres isi kuesioner kita semua kumpul di Basmir untuk sesi foto-foto lagi (sekedar mengingatkan hari ini hari ketiga kita untuk buat foto kelas. hari pertama selasa temanya black and white, hari kedua temanya kotak-kotak, dan hari terakhir ini tanpa tema yang penting sopan). Selesai foto-foto ada sesi maaf-maafan, dan inilah sesi yang teramat sangat menguras air mata.

Satu persatu teman kita salami dan satu persatu teman menyalami kita. Awalnya mungkin hanya sekedar berjabat tangan dan berkata "maafin ya" atau '"makasi ya untuk bantuannya selama ini", tapi lama-lama suasana jadi haru saat satu per satu putri IE 44 , termasuk saya, mulai berkaca-kaca dan akhirnya menangis juga. Semoga marah, dendam serta perselisihan hilang seiring dengan keluarnya air mata haru tersebut. *aamiin..

Sebentar menangis, mencoba menahan, dan akhirnya menangis lagi. Sampai akhirnya saya meniru  teman di sebelah kiri saya (bc: Ida) untuk menyugestikan diri agar tidak menangis. Hasilnya? Hanya bertahan sebentar dan kami pun kembali menangis. Bahkan air mata yang keluar lebih banyak dibanding sebelumnya.

Air mata saya mulai keluar saat saya bersalaman dengan Ida, semakin banyak saat berjabat tangan dengan Risya, Wati, Destia, Elvha, Ranty, Rani, Ka Ande dst. Tapi keluar dengan lebay-nya saat berjabat tangan, cipika-cipiki dan minta maaf sama Meri. Tapi itu belum seberapa, sebab saat saya bersalaman tangan dengan Meri untuk kedua kalinya, air mata itu benar-benar banjiiiiirrr... Setelah sesi tangis-tangisan dirasa cukup, sesi foto bersama dilanjutkan kembali..

Well, terima kasih IE 44 untuk banyak pelajaran berharga yang kalian berikan padaku. Pelajaran yang tidak akan di dapatkan dari dosen mana pun, pelajaran yang akan berguna dalam menjalani hidup. Salah satu pelajarannya berupa siklus, saat seorang bertemu maka ia dihadapkan pula pada perpisahan. Dan saat berpisah itu tiba kita harus rela karena perpisahan bukan akhir dari segalanya.

IE 44 I Love You, All...

Kita memang tidak belajar bersama lagi dalam satu kelas, tapi ingat kita tetap IE 44. Kita tetap saudara, dan kita tetap keluarga luar biasa.

Sekali lagi, terima kasih IE 44 ku..



Risa Pragari >> : Hari yg penuh arti..terimakasih @ buat semuanya :)

Reni Tilova >> @r: Kuliah terakhir..td nangis bareng tmn2 @ ..hiks ='( pasti bakalan kangen bgt..sukses semua tmn2 tersayang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAJIB TULIS NAMA!